
JEJAKKALTENG.COM, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor, didampingi Wakil Bupati Kotim, Irawati, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, Fajrurrahman, melangsungkan kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian dan Evaluasi (Rakordalev) dalam Kegiatan Pembangunan Daerah Triwulan I Kabupaten Kotawaringin Timur, di Ruang Rapat Sei Mentaya Bappelitbangda Kotim, Senin (17/4/2023).
Dalam hal ini Bupati menyampaikan, sesuai dengan peraturan Menteri Dalam Negeri No 86 Tahun 2017, yang mengamanatkan pemerintah daerah untuk melaksanakan pengendalian dan evaluasi, dengan tujuan meningkatkan koordinasi dan evaluasi guna perbaikan penyempurnaan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan tahap selanjutnya.
“Perlu kita ketahui untuk target belanja yang harus dicapai pada triwulani adalah realisasi keuangan sebesar 20% dan realisasi fisik diatas 20%, oleh karena itu rapat koordinasi yang kita laksanakan pada hari ini merupakan kegiatan yang sangat penting, untuk mengetahui sejauhmana progress pelaksanaan kegiatan pembangunan pada triwulani tahun 2023, apakah telah memenuhi target atau tidak,” tegas Bupati.
Berdasarkan data realisasi per 31 maret 2023, dari total belanja Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun anggaran 2023 yakni sebesar Rp. 2.091.135.900.669, tercatat capaian realisasi keuangan sebesar Rp. 324.828.965.267, atau sebesar 15.55%, sedangkan realisasi fisik sebesar 17,40%.
“Artinya untuk capaian realisasi ini masih di bawah target yang telah ditetapkan sebesar 20%. Namun kita masih bersyukur berdasarkan rapat tim Percepatan Penyerapan Anggaran (Tepra) Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan pada tanggal 12 April 2023 yang lalu, Kabupaten Kotim tercatat sebagai Kabupaten dengan realisasi penyerapan tertinggi se-Kabupaten/Kota se-Kalteng untuk Triwulan I tahun 2023,” jelas Halikinnor.
Walaupun begitu, dirinya meminta agar laporan hasil pelaksanaan kegiatan pembangunan pada Triwulan I, yang mana itu akan menjadi bahan evaluasi kinerja terhadap masing- masing Kepala Perangkat Daerah untuk perbaikan pada pelaksanaan kegiatan Triwulan II nantinya.
“Hal itu khususnya untuk penyerapan belanja modal, mengingat belanja modal ini selain sebagai pendorong lajunya pertumbuhan ekonomi, namun juga hasil pembangunannya paling cepat dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.(AP-JK)



