Beranda Kotawaringin Timur Antisipasi Ancaman Inflasi, Distan Maksimalkkan Program Hortikultura

Antisipasi Ancaman Inflasi, Distan Maksimalkkan Program Hortikultura

0
BERBAGI
Bupati Kotim, H Halikinnor, saat mengunjungi salah satu stand pameran hasil produksi di Halaman Kantor Dinas Pertanian Kotim, beberapa waktu lalu. Ia menekankan, agar Distan membuaat program untuk mengantisipasi terjadinya inflasi dan resesi.

JEJAKKALTENG.COM, Sampit – Guna mengantisipasi ancaman inflasi, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Kotawaringin TImmur (Kotim), terus melaksanakan sejumlah program, salah satunya di Dinas Pertanian (Distan) setempat.

Kadistan Kotim, Sepnita, melalui Kepala Bidang Hortikultura, Fuji Rahmadi, saat ini, pihaknya sedang fokus memaksimalkan program bidang hortikultura, sebegai upaya untuk mengantisipasi terjaidnya inflasi dan resesi di tahun 2023 ini.

“Seperti kita ketahui, pada tahun 2022 lalu, daerah kita, Kotim sempat menjadi daerah dengan inflasi tertinggi, penyumbang inflasi terbesarnya adalah dua komuditas hortikultura, yakni cabe dan bawang, ini yang menjadi perhatian kita,” ungkap Fuji, Senin (6/3/2023).

Kendati demikian, lanjutnya, dengan kerja keras, Pemkab Kotim sendiri berhasil menekan laju inflasi hingga akhirnya mendapat insentfi atau reward dari pemerintah, hingga Rp 10 miliar. Dan sesuai instruksi Bupati Kotim, H Halikinnor, anggaran tersebut langsung digunakan untuk merealisasikan lahan penyangga pangan komuditas yang berpotensi penyebab inflasi.

penyangga pangan sudah disediakan sarana produksi berupa benih, pupuk, dan peralatannya untuk 124 hektare di 17 kecamatan yang ada di Kotim. Adapun beberapa komoditas benih bantuan tersebut adalah cabe, jagung manis, tomat, terong, kacang panjang, timun, kangkung, dan sawi.

“Pihak kecamatan diminta untuk menyediakan lahan sebagai kebun penyangga pangan dengan luasan tergantung ketersediaan,” tambahnya.

“Jadi untuk program penyangga ini, sudah tersedia sarana produksi, seperi benih, khususnya benih cabe, jagung manis, tomat, terong, kacang panjang, timun, kangkung dan sawi. Kemudian pupuk hingga peralatan untuk lahan seluas 124 hektare yang terebar di 17 kecamatan di Kotim,” pungkasnya.(JK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here